twitter


Antioksidan, Perlindungan Maksimal Sepanjang Masa.

Anda tentu pernah mendengar istilah “antioksidan”. Kata yang satu ini hampir selalu muncul ketika ada perbincangan mengenai kesehatan dan kecantikan. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan antioksidan ini, dan mengapa ia begitu penting bagi tubuh kita? 
Secara definisi antioksidan diartikan sebagai suatu zat yang dapat menghambat atau memperlambat proses oksidasi. Oksidasi adalah jenis reaksi kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, pelepasan hidrogen, atau pelepasan elektron. Proses oksidasi ini merupakan peristiwa alami yang terjadi di alam dan dapat ditemukan dimana saja, tidak terkecuali di dalam tubuh manusia. Sebagai contoh, potonglah buah apel atau pisang, dalam beberapa saat permukaannya akan berubah warna menjadi coklat. Perubahan warna ini terjadi karena proses oksidasi. Dalam buah apel terkandung senyawa polifenol. Senyawa inilah yang teroksidasi dan kemudian satu sama lainnya bergabung membentuk senyawa makromolekul berwana coklat. Dari segi rasa, tidak begitu ada perubahan. Tapi dari segi penampilan, apel yang teelah teroksidasi menjadi kurang menarik untuk dimakan.

Pemberian antioksidan dapat membuat potongan buah apel tetap terlihat segar dan tidak cepat berubah warna. Kalau pada buah apel proses oksidasi menyebabkan perubahan warna, sekarang bagaimana kalau proses oksidasi itu terjadi pada tubuh manusia. Apa yang akan berubah dan apa pula dampak yang ditimbulkannya? Proses oksidasi di dalam tubuh manusia menimbulkan sesuatu yang bernama ‘radikal bebas’. Radikal bebas merupakan atom atau molekul yang sifatnya sangat tidak stabil karena memiliki satu elektron atau lebih yang tidak berpasangan. Secara kimia, radikal bebas memiliki molekul yang tidak lengkap. Karena itu radikal bebas cenderung mencari pasangan dengan “mencuri” partikel dari molekul lain yang terdapat pada jaringan tubuh. Sebenarnya, reaksi pembentukan radikal bebas merupakan mekanisme biokimia tubuh yang normal. Lazimnya radikal bebas hanya bersifat sebagai perantara yang bisa dengan cepat diubah menjadi substansi yang tak lagi membahayakan tubuh. Namun, bila radikal bebas sempat bertemu dengan enzim atau asam lemak tak jenuh ganda, maka ia bergerak sangat reaktif, bahkan kemudikan membentuk senyawa yang tidak normal dan menimbulkan reaksi berantai yang dapat merusak sel-sel penting dalam tubuh. Inilah yang menjadi pangkal bala terjadinya penyakit-penyakit serius seperti lever, jantung koroner, dan kanker. Radikal bebas juga dicurigai ikut berperan dalam proses penuaan dini, dimana sel-sel tubuh cepat rusak sebelum waktunya. 
Celakanya, pola makan kita sehari-hari yang lebih mengutamakan nikmat ketimbang sehat justru membuat asam lemak tak jenuh ganda menumpuk di dalam tubuh. Sementara itu polusi udara dari asap kendaraan dan asap rokok ditambah radiasi sinar matahari membuat radikal bebas semakin meraja lela di dalam tubuh. Kondisi ini membuat tubuh rentan terkena berbagai penyakit. 
Antioksidan dapat menangkal sepak terjang radikal bebas di dalam tubuh. Senyawa ini bisa mengikat radikal bebas sehingga terbentuklah molekul yang stabil dan tidak berbahaya. Proses perusakan yang dilakukan radikal bebas terhenti begitu senyawa ini berikatan dengan antioksidan. Itulah sebabnya mengapa antioksidan penting bagi kesehatan kita dan sekaligus menjawab mengapa kita perlu mengonsumsi antioksidan.
Beragam Jenis Antioksidan
Sumber utama antioksidan adalah buah-buahan dan sayuran. Antioksidan ini terdiri dari berbagai golongan. Antara lain: 
  • Ada golongan vitamin, yang paling terkenal adalah vitamin C dan vitamin E. Vitamin C banyak terdapat pada buah dan sayuran. Vtamin E banyak didapatkan dari minyak nabati, seperti pada minyak zaitun dan minyak kecambah gandum.
  • Ada pula antioksidan golongan enzim, contohnya enzim superoksida dismutase (SODs), enzim katalase, dan enzim peroksidase. 
  • Antioksidan golongan karotenoid, seperti likopen dan karoten. Likopen merupakan pigmen (zat warna) merah pada tumbuhan dan merupakan senyawa fitokimia pada tumbuhan. Diantaranya terdapat pada tomat dan semangka. Sedangkan karoten adalah pigmen berwarna oranye yang penting untuk proses fotosintesis. Contohnya terdapat pada wortel. 
  • Antioksidan yang terbentuk dari senyawa polifenol. Senyawa ini banyak terdapat pada tumbuh-tumbuhan serta memiliki jenis dan nama sangat beragam. Contohnya pada buah anggur terdapat antioksidan dari senyawa polifenol yang dinamakan resveratrol. 
Pada teh hijau antioksidannya bernama epigalokatekingalat, dan pada teh hitam ada theaflavin. Pakar kesehatan menganjurkan kita mengonsumsi beragam buah dan sayuran setiap hari agar tubuh mendapatkan beragam jenis antioksidan. Aneka antioksidan ini menjadikan tubuh memiliki “tentara” yang lengkap dalam menghadapi radikal bebas, ibaratnya ada yang ahli dalam menembak, memanah, maupun bermain pedang. Dengan demikian sepak terjang radikal bebas di dalam tubuh dapat dibasmi tuntas dan tubuh mendapatkan perlindungan yang maksimal dari efek negatif yang ditimbulkan radikal bebas. Siapa saja yang membutuhkan antioksidan? Semua orang yang ingin memiliki tubuh sehat dan cantik, tidak terkecuali tua maupun muda, lelaki maupun wanita. Kebutuhan terhadap antioksidan semakin meningkat pada orang-orang yang berjuang melawan penyakit, juga para lansia. Pendek kata, Antioksidan adalah sahabat bagi siapa saja yang ingin memiliki kualitas hidup yang baik sampai di usia tua.
SUMBER ANTIOKSIDAN 
Anda masih muda tetapi merasa memiliki kulit yang keriput, kusam, kering, dan tidak cerah, itu berarti proses perusakan sel-sel kulit Anda berlangsung relatif lebih cepat dan lebih agresif dari semestinya. Ini pertanda radikal bebas telah menggerogoti tubuh Anda. Segera perangi dengan mengonsumsi antioksidan.
Bagaimana mendapatkan antioksidan ini?
Sebagaimana yang telah disebutkan di atas, antioksidan banyak ditemukan pada tumbuh-tubuhan, terutama buah-buahan dan sayur-sayuran. Berikut ini contoh sumber buah dan sayuran yang mengadung senyawa antioksidan berkadar tinggi. 
  • Wortel; kaya dengan zat beta karoten (provitamin A) yang merupakan senyawa antioksidan.
  • Tomat; merupakan antioksidan yang sangat baik karena mengandung likopen dengan kadar yang tinggi. 
  • Blueberry; kandungan antioksidannya berasal dari senyawa anthocyanin yang terdapat dalam phytonutrients, yang memberi warna gelap pada blueberry. 
  • Kurma; antioksidan kurma berasal dari kandungan vitamin C-nya. 
  • Semangka; mengandung vitamin C, vitamin A, dan likopen menjadikannya sumber antioksidan berkadar tinggi. 
  • Manggis; mengandung xanthone, yaitu senyawa polyhenolic yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian menunjukkan aktivitas antioksidannya melebihi vitamin C dan vitamin E.
  • Cengkeh; merupakan antioksidan terbaik karena memiliki kemampuan tinggi dalam menghilangkan hidrogen, mengurangi peroksidasi lipid (lemak), dan perendam zat besi terbaik.
  • Teh hijau; mengandung vitamin E, A dan C yang sangat kuat melawan radikal bebas. 
  • Anggur; mengadung antioksidan jenis flavanoid, provitamin A, vitamin C dan vitamin B. 
  • Apel; aktivitas antioksidannya berasal dari vitamin C dan senyawa quercetin. 
  • Food supplement; di pasaran banyak sekali beredar food supplement yang mengandung antioksidan. Pilihlah yang berkualitas baik yang terjamin khasiatnya, seperti produk-produk antioksidan produksi TIENS Groups. 
Khusus untuk kesehatan kulit, bahan-bahan mengandung antioksidan ini juga bisa digunakan untuk perawatan luar. Misalkan dengan membuat masker dari buah-buahan untuk dioles pada kulit yang kusam.

0 komentar: